MAYANTARA.MY.ID
Penyakit campak kembali menjadi perhatian karena tingkat penularannya yang sangat tinggi. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penyakit ini, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak UGM, dr. Ratni Indrawanti, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menyebar. Dalam kondisi tertentu, satu orang yang terinfeksi virus campak bahkan dapat menularkan penyakit tersebut kepada hingga 18 orang lainnya di sekitarnya.
Menurutnya, penularan campak terjadi melalui udara atau percikan droplet saat penderita batuk maupun bersin. Virus tersebut bahkan dapat bertahan di udara dalam ruangan tertutup hingga sekitar dua jam setelah penderita meninggalkan lokasi tersebut. Hal inilah yang membuat penularannya berlangsung sangat cepat.
Ratni menambahkan bahwa peningkatan kasus campak perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya ribuan kasus suspek campak yang dilaporkan di berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagian besar kasus campak, lanjutnya, ditemukan di wilayah dengan cakupan imunisasi yang masih rendah. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan layanan kesehatan serta distribusi vaksin.
Karena itu, para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Upaya pencegahan melalui vaksinasi dinilai menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak dari risiko penularan penyakit tersebut.
Red
